BREAKING NEWS
Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, January 8, 2017

Serangan Buaya Di Thailand Akibat Banjir

serangan buaya

Efek yang di timbulkan dari banjir di Thailand ternyata masih berlanjut, salah satunya yaitu memicu serangan buaya, seperti yang akayh.com kutip dari liputan6 berikut.
Otoritas sebuah provinsi di Thailand selatan memperingatkan penduduk setempat akan ancaman serangan buaya yang lepas dari kandang menyusul banjir parah di kawasan tersebut.

Menurut Bangkok Post, pejabat di Muang yang mengawasi kebun binatang Tha Lad di provinsi Nakhon Si Thammarat mengatakan kepada warga di kawasan tersebut untuk berhati-hat,i mengingat hewan reptil itu bisa saja kelaparan dan menyerang manusia.

Laporan tersebut juga memuat bahwa kebun binatang Tha Lad yang merupakan bagian dari taman kota ini memiliki lebih dari 10 buaya. Beberapa di antaranya memiliki panjang hingga lima meter.

Wakil Wali kota, Manas Pongyeelar mengonfirmasi lepasnya buaya dari kandang. Ia menambahkan, petugas saat ini tengah melakukan penyisiran untuk menangkap hewan reptil tersebut.

"Saya diberitahu bahwa beberapa ekor buaya bisa melarikan diri dari Tha Lad Zoo mengingat tingginya volume banjir," ujarnya seperti dilansir Asian Correspondent, Minggu, (8/1/2017).

Menurut dia, para petugas menghadapi tantangan yang cukup berat dalam menemukan buaya-buaya tersebut menyusulnya kenaikan permukaan air.

Dua hari lalu, seorang warga di Muang dilaporkan menembak mati seekor buaya dengan panjang 3 hingga 4 meter. Buaya tersebut juga 'kabur' dari kandang peliharaannya akibat banjir.

Banjir hebat yang melanda Thailand selatan telah berdampak terhadap 10 provinsi serta mengakibatkan 18 orang meninggal dunia. Setidaknya, 744.422 orang dilaporkan mengungsi.

Musim hujan di Thailand umumnya berakhir pada November, sementara hingga Januari cuaca seringkali relatif kering dan sejuk. Ini merupakan puncak kunjungan wisatawan ke tempat-tempat peristirahatan di tepi pantai di kawasan Thailand selatan.

Sementara itu, otoritas setempat menginformasikan bahwa 26 penerbangan dari dan ke bandara utama di provinsi Nakhon Si Thammarat terpaksa dibatalkan akibat landasan pacu terendam banjir.

Banjir juga telah memicu dihentikannya layanan kereta yang menghubungkan Thailand-Malaysia.

Thursday, December 29, 2016

Listrik Belum Mengalir Pasca Banjir Bima

listrik padam

Akibat yang ditimbulkan dari banjir bima masih berlanjut, masyarakat mengeluhkan pelayanan PLN yang hingga kini belum bisa di pakai di daerah tersebut, seperti yang akayh.com kutip dari liputan6 berikut.
PT PLN (Persero) masih kesulitan mengalirkan listrik ke satu gardu‎ listrik di Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) ‎pasca bencana banjir bandang. Itu karena masih ada tiang listrik yang rubuh dan belum bisa diperbaiki.

Akibat belum beroperasinya satu gardu tersebut, sekitar 100 pelanggan di Dusun Kabanta belum bisa menikmati aliran listrik, dari 36 ribu pelanggan yang terdampak banjir.

General Manager PLN Wilayah NTB, Karyawan Aji mengatakan, ‎sebagian besar gardu yang mati di Bima telah berhasil dinyalakan oleh PLN. ‎Namun, hanya tersisa satu gardu yang masih mati karena adanya tiang jaringan listrik yang rubuh.

 "Satu tiang di Dusun Kabanta, Kelurahan Rasanae, rubuh. Kami kesulitan mengakses lokasi untuk memperbaiki karena terdapat longsor," kata Karyawan, di Jakarta, Kamis (28/12/2016).

Menurut Karyawan, untuk kondisi ketersediaan daya pun kini Sistem Bima tidak lagi defisit. Total kemampuan daya Bima saat ini mencapai 44 Mega Watt (MW). Sementara beban puncak Bima sebesar 41 MW.

 Sementara untuk Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) penghubung Bima - Sape sudah beroperasi normal. Hal ini membuat sistem kelistrikan Sape tidak lagi defisit dan terisolasi.

 Sebelumnya proses perbaikan tiang rubuh tersebut juga terkendala sulitnya akses ke lokasi seiring putusnya jembatan Kodo, Rasanae Timur. PLN pun perlu memutar jalan sejauh 5 kilometer (km) untuk menuju ke lokasi.

 "Melibatkan 80 personil teknisi tambahan dari Bali, Sumbawa, Mataram, dan Jawa Timur, kami bersyukur listrik Bima telah normal kembali," papar dia.

 Menurut Karyawan, meski sistem Kelistrikan Bima sudah normal, tetap masih terjadi pemadaman di beberapa rumah warga. Hal ini disebabkan terputusnya kabel Sambungan Rumah (SR) atau rusaknya alat pencatat konsumsi listrik ( kWh meter) akibat terendam banjir.

 Kabel SR adalah jaringan listrik yang menghubungkan antara jaringan tegangan rendah dengan rumah pelanggan. Untuk memperbaiki SR dan kWh meter yang rusak PLN akan melakukan pengecekan ke seluruh rumah pelanggan, khususnya yang masih padam. PLN memperkirakan terdapat 100 kWh meter yang mengalami kerusakan.

Proses pergantian kWh meter dan penyambungan SR akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keamanan instalasi rumah.

 Untuk mempercepat proses perbaikan, PLN mengajak pelanggan yang masih mengalami pemadaman untuk segera melapor ke Kantor PLN Area Bima yang terletak di Jalan Sultan Salahudin.

"Kami akan terjunkan petugas, karena ini wilayah yang terkena banjir cukup luas, kami menargetkan dalam satu minggu ini perbaikan SR dan kWh meter bisa selesai," dia menandaskan.

Wednesday, December 28, 2016

Mahasiswi Ilmu Kesehatan Terlibat Kasus Penggelapan Kamera

Mahasiswi Ilmu Kesehatan Terlibat Kasus Penggelapan Kamera

Kejahatan tidak hanya datang dari golongan tidak terpelajar saja, bahkan kaum terpelajar sekalipun punya andil besar dalam kejahatan, seperti kasus yang satu ini, diamana seorang mahasiswi ilmu kesehatan terlibat kaus penggelapan, seperti yang akayh.com kutip dari okezone.
Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tulungagung, Jawa Timur menangkap seorang mahasiswi yang diduga melakukan serangkaian aksi penipuan dan penggelapan belasan kamera DSLR dari sejumlah tempat rental kamera dan dua unit sepeda motor.

"Penangkapan dilakukan setelah ada pengaduan dari beberapa pengusaha rental kamera yang merasa dirugikan oleh aksi pelaku," kata Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim, Polres Tulungagung Iptu Herry Poerwanto, di Tulungagung, Rabu (28/12/2016).

Mahasiswi Ilmu Kesehatan Masyarakat di salah satu sekolah tinggi kesehatan di Tulungagung berinisial WAT (23) itu, kini mendekam di tahanan Mapolres Tulungagung. Perempuan yang telah menikah dengan satu anak itu, diidentifikasi sebagai warga Desa Sukorejo Wetan, Kecamatan Rejotangan, Tulungagung.

Saat diinterogasi petugas, WAT yang telah memasuki semester akhir jenjang perkuliahan itu, mengakui tindak pidana dia lakukan karena terhimpit kebutuhan ekonomi untuk membayar utang dan sebagian untuk bersenang-senang.

"Kami masih selidiki apakah ada pihak lain terlibat dalam satu jaringan penipuan ini atau memang dilakukan seorang diri oleh pelaku," kata Hery lagi.

Herry mengatakan, modus yang dipakai pelaku adalah dengan berpura-pura menyewa kamera selama beberapa hari.

Namun, setelah batas waktu sewa habis, kata dia, WAT tidak segera mengembalikan kamera dan malah menggadaikan properti elektronik yang disewanya itu ke sebuah koperasi simpan-pinjam di Tulungagung dengan nilai variatif antara Rp400 ribu hingga Rp1 juta per unitnya.

"Pengakuannya bahkan ada sebagian yang dijual," katanya.

Selain menggelapkan belasan kamera, dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas, tersangka juga mengaku telah menggelapkan dua unit sepeda motor milik temannya.

"Sementara ini ada sebanyak 15 korban yang telah melaporkan aksi tersangka, untuk penggelapan kamera kami berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 13 kamera DSLR berbagai merek. Sedangkan untuk barang bukti dua unit sepeda motor, saat ini masih dalam pengembangan," papar Herry.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka WAT harus mendekam di sel tahanan guna proses hukum lebih lanjut.

"Kepada tersangka bakal kami kenakan Pasal 378 dan Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun kurungan," pungkasnya.

Dua Keluarga Muslim Jaga Pintu Gereja Yerusalem Selama Ratusan Tahun

Dua Keluarga Muslim Jaga Pintu Gereja Yerusalem Selama Ratusan Tahun

Toleransi antar umat beragama sepertinya terlihat di Yerusalem bagaimana tidak, dua keluarga muslim selama ratusan tahunmenjaga pintu gereja, seperti yang akayh.com kutip dari okezone berikut.
SELAMA ratusan tahun, dua keluarga Muslim dipercaya menjaga pintu Gereja Makam Kudus di Yerusalem. Gereja tersebut diyakini menjadi tempat peristirahatan terakhir Yesus Kristus.

Adeeb Jawad Joudeh Al Husseini ditemui ketika dia sedang duduk di kursi yang terletak di pintu masuk pengunjung Gereja Makam Kudus, Yerusalem, pada suatu Minggu pagi. Di gerbang gereja yang didirikan pada abad ke-4 itulah pria muslim berusia 53 tahun tersebut menghabiskan sebagian besar hidupnya.

Ayah Al Husseini, kakeknya, dan belasan generasi di atasnya juga menjalani hidup mereka seperti itu, duduk di kursi seraya menjaga gereja yang diyakini merupakan makam Yesus Kristus. Saat sedang berbicara, Al Husseini menarik kunci besi sepanjang 20 sentimeter dari dalam kantung jaket kulitnya. Kunci itu adalah satu-satunya benda yang dapat membuka gerbang gereja.

Menurut Al Husseini, keluarganya diberi tugas menjaga Gereja Makam Kudus itu oleh Saladin, sultan yang merebut Yerusalem dari tentara Salib pada 1187 lampau. Saladin ingin memastikan gereja itu tidak dirusak oleh umat muslim seperti pada 1009—ketika pemimpin kekhalifahan Fatimiyah, Al Hakim, memerintahkan sejumlah gereja di Yerusalem dibakar, termasuk Gereja Makam Kudus (belakangan, putra Al Hakim mengizinkan pembangunan kembali Gereja Makam Kudus pada 1128).

"Sehingga Saladin memberi keluarga kami kunci ini untuk melindungi gereja. Bagi keluarga kami, ini adalah suatu kehormatan. Namun, kehormatan itu bukan hanya untuk keluarga kami, melainkan juga untuk semua Muslim di dunia," kata Al Husseini.

Karena itu, bersama keluarga muslim Nuseibeh, keluarga Al Husseini menjadi bagian dari pengurus Gereja Makam Kudus dalam struktur yang rumit.

Tiga Bandar Narkoba Diciduk Polisi di Rumah Kontrakan

Tiga Bandar Narkoba Diciduk Polisi di Rumah Kontrakan

Polisi kembali berhasil meringkus 3 bandar narkoba di sumatera barat, seperti yang akayh.com kutip dari okezone berikut.
Satuan Narkoba Polresta Padang, Sumatera Barat, menangkap tiga orang yang diduga sebagai bandar narkoba jenis sabu pada sebuah rumah kontrakan di Jalan Bahari, Kelurahan Ulak Karang Selatan, Kecamatan Padang Utara, pada Selasa malam sekitar pukul 19.15 WIB.

"Ketiga orang yang ditangkap yakni Yanto Muslim (40), Yusnelawati (48) dan Sunarman, mereka ditangkap ketika akan mengedarkan 100 gram sabu-sabu," kata Kasat Narkoba Polresta Padang Kompol Daeng Rahman di Padang, Rabu (28/12/2016).

Ia mengatakan, barang bukti berupa 100 gram sabu sudah dikemas dalam bentuk 10 paket besar dan enam paket kecil senilai Rp135 juta. Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit timbangan digital, lima unit telefon genggam dan uang tunai sebesar Rp1 juta yang diduga hasil penjualan sabu-sabu.

"Saat ini para pelaku dan barang bukti telah dibawa ke Mapolresta Kota Padang untuk dimintai keterangan lebih lanjut," katanya.

Penangkapan lanjut dia, berawal dari pengintaian yang dilakukan terhadap pelaku Yanto Muslim dan Yusnelawati. Mereka ini merupakan sepasang suami istri (pasutri) yang menjalankan aktivitasnya sebagai bandar narkoba untuk wilayah Padang Utara.

"Mereka berdua ini target operasi kita dan sudah dua hari kita lakukan pengintaian terhadap keberadaan mereka," kata dia.

Saat pihak Satuan Narkoba Polresta Padang menemukan ketiga pelaku sedang berada pada sebuah rumah di kawasan Ulak Karang, langsung melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku.

Ia mengatakan, ketiga pelaku akan dikenakan Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 112 dan Pasal 114.

"Ketiganya diancam dengan hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun kurungan penjara," tuturnya.

Polresta Padang telah mengusut sebanyak 215 kasus penyalahgunaan narkoba selama 2016. Ia berharap semua pihak untuk menjadikan narkoba sebagai musuh bersama.

"Kalau sudah jadi musuh bersama tentu peredarannya dapat ditekan seminimal mungkin dan harapannya tidak ada lagi penyalahgunaan yang ditemukan di kota ini," tutup Kompol Daeng Rahman.
 
Copyright © 2016 Avalwebsite.com. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates